Inilah Revolusi Industri 4.0 dalam Making Indonesia 4.0

Revolusi Industri 4.0 atau Fourth Industrial Revolution (4IR) di Indonesia disikapi oleh pemerintah dengan sejumlah kebijakan strategis seperti membangun lima sektor manufaktur yang tertuang dalam “Making Indonesia 4.0” hal ini diperkuat dengan dikeluarkannya keputusan presiden Kepres No. 17 Tahun 2018 tentang Kelompok Kerja Nasional Penguatan Kapasitan Pemimpin Indonesia Dalam Rangka Making Indonesia 4.0

Revolusi Industri 4.0

Apa sebenarnya revolusi industri 4.0 itu? Pada tahun 2011 istilah industri 4.0 sudah dicetuskan di Jerman karena ingin negaranya menjadi yang paling unggul dalam bisnis manufaktur. Negara lain pun sudah mengadaptasi sistem tersebut dan dinamai dengan berbagai macam istilah seperti Advanced Manufacturing, Smart Industry, Smart Factory, Internet of Things, Smart Manufacturing dan yang berbau smart lainnya.

Ada beberapa definisi Revolusi Industri 4.0 menurut para ahli yang kesemuanya jika disimpulkan akan menghasilkan pengertian berikut ini:

Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah era industri digital dimana seluruh bagian yang ada di dalamnya saling berkolaborasi dan berkomunikasi secara real time dimana saja kapan saja dengan pemanfaatan IT (teknologi informasi) berupa internet dan CPS guna menghasilkan inovasi baru atau optimasi lainnya yang lebih efektif dan efisien.

Definisi 4IR Menurut Beberapa Ahli

Rangkuman penjabaran tersebut adalah menurut beberapa ahli di bawah:

  1. Schlechtendahl, dkk (2015): Revolusi industri 4.0 adalah sebuah lingkungan industri dimana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu sama lain, ia menekankan kepada kecepatan ketersediaan informasi.
  2. Herman, dkk (2015): Revolusi Industri 4.0 adalah istilah untuk menyebut sekumpulan teknologi dan organisasi yang didalamnya terdapat smart factory, CPS, IoT, dan IoS.
  3. Angela Merkel (2014): Revolusi industri 4.0 adalah transformasi komprehensif keseluruhan aspek produksi dalam industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional.
  4. Kagerman, dkk (2013): Revolusi industri 4.0 adalah integrasi CPS, IoT, dan IoS dalam berbagai proses industri.

 

Revolusi Industri 4.0

 

 

 

Glosarium:

  1. Cyber Physical System (CPS) adalah teknologi untuk menggabungkan antara dunia nyata dengan dunia maya. Penggabungan ini dapat terwujud melalui integrasi antara proses fisik dan komputasi (teknologi embedded computers dan jaringan).
  2. Smart factory adalah sebuah pabrik yang menggunakan teknologi CPS yang memonitor proses fisik produksi kemudian menampilkannya secara virtual lalu melakukan pengambilan keputusan.
  3. Dengan Internet of Things (IoT) sebuah CPS bisa berkolaborasi dengan teknologi lainnya termasuk manusia.
  4. Sementara Internet of Services (IoS) adalah semua aplikasi layanan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap pemangku kepentingan baik internal maupun organisasi.